Talud 150 Meter Dibangun TNI, Jawaban Atas Keluhan Erosi Warga Puro

SRAGEN – Upaya mencegah kerusakan lingkungan akibat erosi terus dilakukan oleh TNI melalui program TMMD Reg ke-128 Kodim 0725/Sragen. Salah satu langkah nyata yang kini dikerjakan adalah pembangunan talud sepanjang 150 meter di Desa Puro.

Talud sendiri merupakan bangunan penahan tanah yang umumnya terbuat dari susunan batu atau beton. Fungsinya untuk menjaga kestabilan tanah, mencegah longsor, serta menghindari pengikisan yang kerap terjadi di area rawan seperti tepi jalan maupun saluran irigasi.

Dalam program TMMD kali ini, talud dibangun di sisi kanan dan kiri jalan cor. Lokasi tersebut sebelumnya kerap dikeluhkan warga karena sering tergerus aliran air irigasi. Akibatnya, tanah masuk ke saluran air dan menyebabkan luapan hingga ke badan jalan.

Pasiter Kodim 0725/Sragen, Kapten Kav Anang, menjelaskan bahwa pembangunan talud ini merupakan respons langsung atas aspirasi masyarakat yang selama ini terdampak erosi.

“Iya kita membangun talud total sepanjang 150 meter di sisi kanan dan kiri sebagai penahan longsor dan erosi. Talud ini dibangun dengan kedalaman 1 meter. Tanah di lokasi TMMD memiliki kontur yang paling mudah terkena erosi, yaitu tanah dengan partikel halus, kerapatan rendah, dan struktur yang tidak stabil, terutama tanah berpasir dan lanau. Kalau tidak ditopang talud, jalan cor bisa cepat rusak,” jelasnya, Jumat (24/04/2026).

Pembangunan ini pun mendapat apresiasi dari warga setempat. Suwarno, salah satu petani di Desa Puro, membenarkan bahwa usulan pembangunan talud berasal dari masyarakat.

“Kami para petani kompak mengusulkan agar dibuatkan talud, dan Alhamdulillah usulan tersebut direspons dan ditindaklanjuti oleh Kodim Sragen,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada kebutuhan warga, khususnya para petani.

“Matursuwun nggih pak, sudah mengabulkan permohonan kami. Semoga panen bulan depan jalan cor sudah bisa dilalui untuk mengangkut hasil pertanian,” pungkasnya.