Evakuasi Dramatis Anjing Mengamuk di Sragen, 5 Orang Jadi Korban Gigitan

SRAGEN – Seekor anjing peliharaan yang tiba-tiba mengamuk di Desa Mojosari, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memicu kepanikan. Tiga anggota keluarga pemilik menjadi korban gigitan. Evakuasi yang dilakukan petugas Damkar bersama relawan pun berlangsung dramatis, bahkan dua petugas ikut terluka.

Detik-detik menegangkan terjadi saat petugas pemadam kebakaran (Damkar) dibantu relawan berupaya mengevakuasi seekor anjing yang agresif di rumah warga. Dengan peralatan seadanya dan penuh kehati-hatian, petugas menunggu momen tepat untuk melumpuhkan hewan tersebut.

Ketika anjing mulai lengah, relawan dan petugas langsung bergerak cepat. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan hingga akhirnya hewan tersebut berhasil diamankan setelah sekitar 30 menit perjuangan.

Pemilik anjing, Sumarni, mengungkapkan bahwa hewan peliharaannya itu telah dirawat selama tiga tahun dan sebelumnya tidak pernah menunjukkan perilaku seagresif ini. Namun dalam beberapa hari terakhir, anjing tersebut berubah menjadi liar dan menyerang anggota keluarga.

“Sudah tiga tahun dipelihara, biasanya tidak separah ini. Tapi sekarang sampai menggigit saya, anak saya, dan cucu saya,” ujarnya.

Diduga, perubahan perilaku anjing dipicu oleh kondisi birahi atau musim kawin yang membuatnya lebih agresif dari biasanya.

Tak hanya pemilik, proses evakuasi juga memakan korban. Seorang relawan dan satu petugas Damkar turut digigit saat mencoba mengendalikan anjing. Bahkan, salah satu petugas sempat terjepit di area sempit saat proses penangkapan berlangsung.

Petugas Damkar, Suwarto, menjelaskan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga terkait anjing yang membahayakan.

“Kami dapat laporan anjing menggigit pemilik dan dua orang lainnya. Saat evakuasi dibantu relawan, relawan juga terkena gigitan. Ada petugas yang sempat terjepit tembok. Semua korban langsung dibawa ke puskesmas untuk perawatan,” jelasnya.

Setelah berhasil diamankan, anjing berwarna hitam putih tersebut dibawa ke kantor Damkar untuk penanganan sementara. Rencananya, hewan itu akan diserahkan kepada pecinta hewan untuk diadopsi dan dijinakkan agar tidak kembali membahayakan lingkungan sekitar.