Maxride dan Max Auto Perkuat Kolaborasi dengan Kampung Wisata Batik Kauman untuk Dukung Pariwisata Solo
SOLO — Manajemen Max Auto bersama Maxride terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya dan komunitas di Kota Solo. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan audiensi dengan pengurus Kampung Wisata Batik Kauman, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Audiensi ini menjadi tindak lanjut dukungan Maxride terhadap sektor pariwisata, khususnya desa wisata yang memiliki karakter kawasan padat, bersejarah, dan didominasi akses jalan sempit. Kampung-kampung wisata batik dan budaya di Solo dinilai membutuhkan solusi transportasi yang adaptif dengan kondisi tersebut.
Kegiatan tersebut melibatkan pengurus Kampung Wisata Batik Kauman Solo, Koperasi Syarikat Dagang Kauman, Pokdarwis Kota Surakarta, serta perwakilan Governansi Nusantara Emas. Melalui dialog langsung, Max Auto dan Maxride menyerap berbagai masukan terkait kebutuhan aksesibilitas wisatawan, kenyamanan perjalanan, hingga pengembangan transportasi yang sesuai dengan karakter kawasan kampung wisata.
Ketua Pokdarwis Kota Surakarta, Mintorogo, mengapresiasi langkah kolaborasi yang dilakukan Maxride.
“Kami menyambut baik inisiatif audiensi dan rencana kolaborasi ini. Harapannya, program kerja sama antara Maxride dan desa wisata di Kota Solo dapat segera direalisasikan dan memberi manfaat nyata bagi pengelola maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, akademisi sekaligus perwakilan Governansi Nusantara Emas, Lilik Kristianto, menilai kolaborasi ini memiliki potensi dampak sosial dan ekonomi yang luas.
“Kolaborasi ini berpotensi menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pengguna transportasi, pelaku usaha wisata, hingga UMKM. Dengan semangat kolaborasi, potensi lokal bisa diangkat hingga ke tingkat masyarakat paling bawah,” katanya.
Senior Marketing Manager Bajaj Maxride, Adhika Yosmik, menegaskan bahwa kehadiran Bajaj RE di Kota Solo bukan sekadar sebagai moda transportasi wisata, melainkan solusi aksesibilitas bagi desa wisata.
“Bajaj RE memiliki ukuran yang ringkas sehingga mampu menjangkau gang-gang sempit di kawasan kampung wisata. Wisatawan dapat diantar langsung ke sentra batik, rumah produksi, hingga titik-titik wisata di dalam kampung tanpa harus berjalan jauh dari jalan utama,” jelasnya.
Kemudahan akses tersebut menjadi nilai tambah penting, terutama bagi wisatawan lanjut usia, keluarga, maupun pengunjung yang ingin menikmati kampung wisata dengan lebih nyaman.
Dari pihak pengelola, Gunawan Setiawan, selaku Pengurus Kampung Wisata Batik Kauman Solo, berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan daya saing destinasi.
“Kami berharap kerja sama ini mampu memperkuat posisi Kampung Wisata Batik Kauman agar berkembang menjadi destinasi wisata unggulan, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional,” ungkapnya.
Ketua Koperasi Syarikat Dagang Kauman, Muh Yuli, menambahkan bahwa pihaknya tengah mengkaji sinergi jangka panjang melalui program koperasi.
Selain menghadirkan solusi transportasi, kemudahan akses wisata juga diperkuat melalui sistem pemesanan digital lewat aplikasi Maxride. Melalui aplikasi tersebut, wisatawan dapat memesan layanan Bajaj RE dengan lebih mudah, menentukan titik penjemputan, serta memilih tujuan desa wisata secara terarah dan transparan.
Tak hanya itu, Maxride juga berkomitmen mendukung pengembangan desa wisata melalui berbagai program kolaborasi, mulai dari pelatihan pembuatan konten media sosial dan pemasaran digital, penyediaan titik penjemputan resmi, promosi di media nasional dan lokal, hingga dukungan voucher potongan harga perjalanan dari dan ke desa wisata.
Kolaborasi konten bersama akun resmi @Maxridejateng dan @BajajREIndonesia, serta dukungan Key Opinion Leader, diharapkan mampu memperluas eksposur desa wisata batik dan budaya Kota Solo di ranah digital.
Melalui audiensi ini, Manajemen Max Auto dan Maxride menegaskan keseriusannya untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan pariwisata Kota Solo. Dengan keunggulan Bajaj RE yang mampu menjangkau kawasan kampung, kemudahan pemesanan digital, serta dukungan promosi berkelanjutan, Maxride diharapkan dapat mendorong desa wisata batik dan budaya di Solo menjadi destinasi yang semakin ramah, inklusif, dan mudah diakses oleh seluruh wisatawan.

