Polresta Surakarta Gandeng Mafindo Bekali Pelajar Literasi AI, Kapolda Jateng: Pertama di Lingkungan Polri
SOLO – Polresta Surakarta bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar Pelatihan Trainer AI Ready ASEAN bagi ratusan pelajar SMA, MAN, dan SMK sederajat se-Kota Surakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Wirasatya96 Mapolresta Surakarta, Kamis (5/2/2026).
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Dr. Ribut Hari Wibowo, serta dihadiri Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, dan jajaran Pejabat Utama Polresta Surakarta, tim Mafindo, guru pendamping, dan perwakilan pelajar dari berbagai sekolah.
Dalam sambutannya, Kapolda Jateng menyampaikan bahwa program AI Ready ASEAN yang dilaksanakan di Polresta Surakarta merupakan yang pertama kali diterapkan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
Program ini, kata dia, telah dipaparkan kepada Kapolri dan direncanakan menjadi proyek percontohan untuk diterapkan secara nasional.
“Program ini akan kami dorong agar dapat diimplementasikan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan literasi digital,” ujar Kapolda.
Kapolda Jateng menambahkan, meski rencana pemaparan di hadapan Presiden RI belum terlaksana, program tersebut akan disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri dan TNI agar memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Para pelajar, menurutnya, perlu dibekali pemahaman tidak hanya soal pemanfaatan AI, tetapi juga etika dan tanggung jawab dalam penggunaannya.
“AI bisa menjadi alat bantu yang sangat kuat di dunia pendidikan, asalkan digunakan secara bijak dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ke depan, program ini akan disinergikan dengan pendekatan community policing, di mana pelajar yang telah mengikuti pelatihan akan difasilitasi untuk terlibat aktif dalam wadah literasi digital di lingkungannya masing-masing.
Sementara itu, PIC Tim Mafindo, Erwina Tri S., menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Polresta Surakarta dalam pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menyebut para peserta merupakan bagian dari jutaan warga ASEAN yang terpilih mengikuti program AI Ready ASEAN.
“Kesempatan ini tidak didapatkan oleh semua siswa. Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin untuk memahami AI secara aman dan beretika,” ujarnya.
Erwina menjelaskan, materi pelatihan akan dilanjutkan melalui Learning Management System (LMS) dengan pendampingan dari para trainer yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan intensif.
Usai kegiatan, Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo menegaskan bahwa pelatihan AI Ready ASEAN merupakan bentuk komitmen Polresta Surakarta dalam mendukung peningkatan literasi digital pelajar.
“Kami ingin para pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap informasi di ruang digital,” kata Kapolresta.
Ia menambahkan, Polresta Surakarta siap menyukseskan program AI Ready ASEAN sebagai pilot project Polri dan mendorong para peserta untuk menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

