Belajar dari Sanksi Flare, Pengamanan Laga Persis vs Madura United Diperketat

SOLO – Polresta Surakarta meningkatkan skema pengamanan jelang pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026 antara Persis Solo melawan Madura United di Stadion Manahan, Jumat (13/2/2026) pukul 15.30 WIB.

Penguatan pengamanan ini merupakan tindak lanjut evaluasi insiden penyalaan flare saat laga kandang sebelumnya yang berujung sanksi denda dari operator liga.

Kabag Ops Polresta Surakarta, Kompol Wahyu Nugroho, menyampaikan bahwa pola dasar pengamanan tetap mengacu pada pertandingan sebelumnya. Namun, pengawasan di pintu masuk stadion diperketat dengan penambahan personel di 12 gate pemeriksaan.

“Secara umum pola tetap, tetapi ada penebalan di titik-titik krusial, khususnya pintu masuk stadion agar pemeriksaan lebih maksimal,” ujar Wahyu, Kamis (12/2/2026).

Dalam pengamanan kali ini, jajaran kepolisian turut melibatkan satuan Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) serta menambah jumlah Polisi Wanita (Polwan). Langkah tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan pemeriksaan terhadap penonton perempuan pada laga sebelumnya belum optimal.

Menurut Wahyu, sejumlah flare yang sempat lolos ke dalam stadion diketahui dibawa oleh penonton perempuan, sehingga menjadi perhatian khusus pada laga kali ini.

“Kami tambahkan Polwan untuk memperkuat pemeriksaan penonton perempuan agar tidak ada lagi barang terlarang yang masuk,” tegasnya.

Tak hanya di pintu masuk, sterilisasi stadion juga akan dilakukan dua jam sebelum kick-off. Petugas akan menyisir seluruh area menggunakan metal detector serta melibatkan Unit K9 untuk memastikan kondisi venue benar-benar aman.

Selama pertandingan berlangsung, seluruh personel diwajibkan tetap siaga di pos masing-masing hingga laga usai guna mengantisipasi potensi gangguan, termasuk penonton yang datang di menit akhir.

Sebanyak 478 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait diterjunkan dalam pengamanan pertandingan ini. Tim taktis Brimob juga disiapkan sebagai cadangan apabila terjadi situasi darurat.

Polresta Surakarta pun mengingatkan seluruh suporter agar mematuhi aturan yang berlaku.

Pelanggaran yang terjadi tidak hanya berdampak pada pelaku, tetapi juga berpotensi merugikan klub dengan sanksi yang lebih berat, termasuk kemungkinan laga tanpa penonton.

“Kami berharap seluruh pihak bisa menjaga kondusivitas pertandingan agar berjalan aman dan nyaman,” pungkas Wahyu.