Respati Targetkan Solo Jadi Kota Paling Toleran di Indonesia
SOLO – Wali Kota Solo, Respati Ardi menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mendorong Kota Bengawan menjadi kota paling toleran di Indonesia.
Respati menyebut, nilai toleransi dan ketertiban umum menjadi prinsip utama yang akan terus dijaga dan ditingkatkan oleh Pemkot Solo dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Respati menanggapi hasil kajian Setara Institute yang menempatkan Kota Solo di peringkat ke-12 kota paling toleran secara nasional berdasarkan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi Pemkot untuk terus berbenah. Ia menegaskan bahwa toleransi merupakan fondasi penting dalam menjaga perdamaian dan kondusivitas antarwarga.
“Toleransi di Kota Solo itu harga mati bagi kami, ketertiban umum itu harga mati bagi kami. Hasil kajian Setara Institute ini menjadi motivasi dan tidak menjadikan kita patah semangat. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin menjadikan Kota Solo sebagai kota toleran. Maka dari itu, kami akan selalu berbenah supaya tahun depan kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Respati saat ditemui di kantornya, Kamis (23/4/2026).
Pemkot Surakarta juga memastikan akan terus menjamin kebebasan setiap warga dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya, serta memberikan dukungan dan fasilitas dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Selain itu, Respati mengungkapkan bahwa ke depan akan digelar festival dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak di Kota Solo sebagai bentuk nyata dukungan terhadap keberagaman.
“Nanti kita akan ada kegiatan festival di Hari Raya Waisak. Ini bukti bahwa kami menjamin kebebasan beribadah dan memberi atensi pada event-event keagamaan,” tuturnya.
Respati pun optimistis berbagai langkah tersebut mampu memperkuat citra Kota Solo sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, keberagaman, dan kerukunan antarumat beragama.

