Di Balik Sidang Doktor Ashanti Hari Ini, Ada Momen yang Hampir Membuatnya Berhenti Total

Hari ini, publik melihat sosok Ashanty tampil percaya diri menjalani sidang terbuka disertasi doktor di Pascasarjana Universitas Airlangga. Namun di balik senyum dan pencapaiannya hari ini, ternyata ada perjalanan panjang yang nyaris membuatnya berhenti di tengah jalan.

Ashanti mengangkat disertasi berjudul “Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia.” Penelitian tersebut membahas bagaimana para musisi generasi lama ternyata tetap mampu bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital di dunia musik.

Dalam pemaparannya, Ashanti menjelaskan bahwa banyak orang menganggap musisi Baby Boomers menyerah terhadap modernisasi. Padahal menurut hasil penelitiannya, justru banyak musisi senior yang masih terus belajar dan mengikuti perkembangan zaman.

“Baby boomers yang dirasa menyerah dengan modernisasi, justru mereka para musisi baby boomers tetap mengikuti dan adaptif terhadap modernisasi teknologi masa sekarang ini,” ungkap Ashanti.

Ia juga berpesan bahwa modernisasi memang penting, tetapi kreativitas seorang musisi tetap tidak boleh hilang hanya karena mengikuti tren digital.

“Tetap harus adaptif dengan modernisasi, tetapi kreativitas dari para musisi ini jangan dihilangkan.”

Di balik penelitian tersebut, Ashanti ternyata menyimpan cerita perjuangan yang tidak banyak diketahui publik. Ia mengaku sempat ingin menyerah melanjutkan disertasinya karena proses yang dijalani tidak mudah. Bahkan, judul disertasinya harus berganti hingga empat kali sebelum akhirnya menemukan topik yang benar-benar sesuai.

Pergantian judul berkali-kali itu membuat Ashanti merasa lelah secara mental dan hampir memilih berhenti melanjutkan pendidikan doktoralnya. Tekanan revisi, proses akademik yang panjang, hingga kesibukannya di dunia hiburan menjadi tantangan besar selama menjalani studi.

Namun di titik terberat itulah, dukungan dari sang suami, Anang Hermansyah, menjadi alasan Ashanti kembali bangkit. Support dan semangat dari Anang disebut menjadi titik balik yang membuat Ashanti memutuskan untuk terus melanjutkan disertasinya hingga akhirnya berhasil menjalani sidang terbuka dan dinyatakan lulus.

Perjalanan ini sekaligus menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari proses yang mudah. Di usia 43 tahun, Ashanti menunjukkan bahwa rasa lelah, kegagalan, dan keinginan untuk menyerah bukanlah akhir dari perjalanan selama masih ada kemauan untuk bangkit dan terus belajar.