Burnout 2026 Sedot 5.000 Pengunjung, Festival Custom Culture di Solo Berlangsung Meriah
SOLO – Festival budaya otomotif Burnout 2026 sukses digelar di De Tjolomadoe, Solo, pada 25 Juli 2026. Ajang yang berkolaborasi dengan Tegangan Tinggi tersebut mampu menarik lebih dari 5.000 pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejak dibuka pukul 10.00 WIB, kawasan De Tjolomadoe dipenuhi pecinta otomotif, komunitas kreatif, hingga penikmat musik. Festival ini menghadirkan perpaduan pameran kendaraan custom, aktivitas komunitas, pertunjukan musik keras, serta ruang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produknya.
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah Rolling City, yang dipimpin komunitas Surakarta Hadiningride. Sekitar 500 sepeda motor mengikuti konvoi melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Solo sebelum bersama-sama memasuki area festival.
Suasana semakin semarak dengan penampilan sejumlah band, seperti Whiteswan, Komunal, Teenage Death Star, dan Seringai. Deretan musisi tersebut menjadi daya tarik utama yang melengkapi atmosfer budaya otomotif custom sepanjang acara.
Tak hanya menyuguhkan hiburan, Burnout 2026 juga menghadirkan lebih dari 80 motor custom, 20 mobil modifikasi, 12 booth komunitas, serta lebih dari 20 tenant UMKM. Berbagai produk otomotif, fesyen, aksesori, kuliner, hingga karya kreatif lokal ditampilkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri kreatif.
Salah satu area yang ramai dikunjungi adalah booth Boldriders. Selain menghadirkan beragam permainan dan hadiah bagi pengunjung, komunitas tersebut juga melibatkan lebih dari 250 anggotanya untuk memeriahkan festival.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas lain, mulai dari area heritage De Tjolomadoe, dua panggung hiburan, dyno test, hingga beragam kegiatan komunitas. Konsep tersebut mendapat sambutan positif karena menghadirkan pengalaman berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Puncak acara berlangsung meriah melalui pembagian hadiah utama berupa dua unit sepeda motor kepada pengunjung yang beruntung. Setelah itu, ribuan penonton disuguhi aksi drifting dari komunitas Forum Otomotif Solo Raya (FOSR) serta atraksi freestyle dua motor Harley-Davidson dari komunitas Street Cool True yang menjadi penutup festival.
Ketua Panitia Burnout 2026, Fahmi Hziro, mengatakan Burnout tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya komunitas otomotif, tetapi juga wadah kolaborasi bagi builder, pelaku industri kreatif, musisi, dan berbagai komunitas untuk mengembangkan budaya custom di Indonesia.
“Burnout lahir dari semangat komunitas untuk menghadirkan ruang kolaborasi yang positif bagi para pelaku custom culture. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat potensi industri otomotif custom Indonesia sekaligus memperkenalkan kreativitas anak bangsa kepada masyarakat luas. Kami juga ingin Solo semakin dikenal sebagai salah satu barometer perkembangan budaya otomotif custom di Indonesia,” ujar Fahmi.
Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor, komunitas, pelaku UMKM, media partner, pengisi acara, relawan, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi sehingga Burnout 2026 dapat berlangsung sukses dan meriah.

