Dapat Dukungan Kemenkes, Respati Pastikan Transformasi dan Optimalisasi Layanan RSUD Solo
SOLO – Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan akan melakukan transformasi dan optimalisasi layanan pada dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Solo yakni Bung Karno dan Fatmawati.
Hal tersebut disampaikan Respati usai melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin terkait Pendampingan RSUD Pemkot Surakarta di kantor Kemenkes, Rabu (29/4/2026). Respati datang bersama Kepala Dinas Kesehatan Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari.
Dalam kesempatan itu, Respati menyampaikan jika Menteri Budi menyambut baik upaya peningkatan layanan RSUD Solo. Kementerian Kesehatan pun memberikan dukungan atas inisiasi ini sebagai bentuk penguatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.
“Hari ini saya bertemu dengan Kementerian Kesehatan, menindaklanjuti terobosan baru bahwa dua RSUD kita, Rumah Sakit Bung Karno dan Fatmawati didampingi langsung oleh Kementerian Kesehatan untuk pelayanan lebih prima,” kata Respati.
Dirinya menjelaskan, dua RSUD di Kota Solo ini nantinya siap untuk menerima pasien-pasien non-BPJS tanpa mengurangi fasilitas dengan pasien BPJS. Dengan pendampingan ini, pengelolaan anggaran di RSUD Bung Karno dan Fatmawati juga mengalami penghematan.
“Dengan adanya pendampingan Kementerian Kesehatan ini, pelayanan lebih prima dan anggaran lebih berhemat. Terbukti dengan pertemuan tadi dan pendampingan ini kita bisa menghemat bisa Rp. 20 miliar dalam satu tahun untuk rumah sakit tersebut,” bebernya.
Respati optimis, kerja sama ini menjadi reformasi bagi RSUD Kota Solo untuk lebih optimal melayani kesehatan untuk seluruh masyarakat.
“Semoga ke depan, dengan pendampingan dari Kementerian Kesehatan terhadap terobosan Rumah Sakit Daerah (di Kota Solo) ini, menjadi terobosan penting sehingga layanan kesehatan RSUD Kota Solo lebih prima, lebih efisien, dan lebih terbuka, akuntabel dan profesional,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari menjelaskan, dua RSUD Kota Solo mendapat dukungan manajemen profesional dan pemasaran untuk pengembangan pendapatan non-BPJS minimal 20%. Kerja sama ini pun diharapkan dapat menghemat penggunaan anggaran RSUD Bung Karno dan Fatmawati.
“Dari Kemenkes sudah menugaskan RSOP untuk melakukan pendampingan di 2 RSUD Kota Solo. Dan saat ini sudah mulai dilakukan pendampingan,” paparnya.
“Jadi nanti akan kita lihat produktifitas rumah sakit. Meliputi misal alkes (alat kesehatan) apakah alkes yang tersedia sudah produktif atau belum. Artinya penggunaan perbulan dari alat tersebut menghasilkan pendapatan berapa. Kemudian obat juga akan menyesuaikan dengan SHS (standart harga satuan) Kemenkes sehingga bisa mendapatkan obat dengan harga yang lebih realistis, termasuk alkes juga sehingga harapannya bisa lebih menghemat pengeluaran rumah sakit,” tandasnya.

