NPC Indonesia Gelar Rakernas di Karanganyar, Tekankan Peran Daerah dan Bidik Prestasi Menuju Nagoya

KARANGANYAR – National Paralympic Committee of Indonesia menegaskan pentingnya peran kepengurusan daerah sebagai fondasi utama dalam mencetak prestasi internasional. Program kerja yang terarah serta dukungan pemerintah daerah dinilai krusial untuk melahirkan atlet-atlet potensial.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat kerja nasional (rakernas) yang digelar di Lorin Hotel Solo, Senin (27/4/2026) malam. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 34 kepengurusan daerah NPC se-Indonesia.

Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menekankan bahwa pembinaan dan penjaringan atlet muda harus dimulai dari daerah sebelum ditingkatkan melalui program nasional. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah provinsi terhadap program-program tersebut.

“Kita akan bahas program kerja kedepan seperti apa, apa yang harus kita lakukan dan daerah mana saja yang sudah dan belum dipedulikan oleh pemerintah daerahnya,” kata Senny Marbun.

Senny berharap seluruh pengurus daerah mendapatkan dukungan yang merata agar pembinaan atlet bisa berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami terus mendorong hal ini agar terus disosialisasikan, agar NPC semua daerah merata. Gubernur bisa mendengarkan keluh kesah dari NPC yang ada di daerahnya,” tutur Senny Marbun.

NPC Indonesia sendiri terus menjalankan program “Mendobrak Batas” sebagai upaya pencarian atlet muda berbakat. Program ini telah menjaring ribuan calon atlet dari 26 provinsi yang selanjutnya akan diseleksi dan dibina di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Karanganyar.

“Kita sudah lakukan program pencarian atlet di 26 provinsi, sudah dapat ribuan calon atlet yang kedepan akan kita sortir lagi. Kita akan pilih mana yang bisa dimaksimalkan dan mana yang tidak bisa,” ucap Senny Marbun.

Dalam rakernas ini, turut hadir Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir. Ia berharap rakernas mampu menghasilkan kebijakan strategis untuk peningkatan pembinaan, kompetisi, serta kualitas tenaga keolahragaan.

“Mudah-mudahan rakernas ini bisa menghasilkan suatu kebijakan dari NPC Indonesia, khususnya program kegiatan strategis untuk pembinaan, kompetisi serta peningkatan mutu tenaga keolahragaan dan tenaga sarana prasarana,” ucap Surono.

Selain itu, Kemenpora juga mendorong pembahasan persiapan menuju Pekan Paralimpiade Nasional XVIII 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Persiapan sarana dan prasarana ramah difabel menjadi salah satu perhatian utama.

“Mudah-mudahan jika hal itu dimitigasi sejak jauh-jauh hari, tuan rumah NTT dan NTB bisa memberikan yang terbaik, khususnya kepada para atlet yang membutuhkan akses penyandang disabilitas,” jelas Surono.

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menambahkan di luar agenda rakernas, NPC Indonesia juga tengah mempersiapkan diri menghadapi dua ajang besar internasional.

Pertama, Asian Para Games 2026, di mana Indonesia akan turun di 11 cabang olahraga. Sejumlah cabor yang tengah menunjukkan tren positif seperti para panahan, boccia, para judo, dan para atletik diharapkan menjadi lumbung medali.

“Sekarang yang lagi naik daun itu para panahan, boccia, para judo dan para atletik. Mudah-mudahan bisa memenuhi target medali dari cabor-cabor itu. Ditambah satu nomor baru di cabor para bulu tangkis. Sekarang ada nomor ganda baru, combined class 8. Kita kuat di situ,” jelas Rima.

Kedua, keikutsertaan tim sepak bola cerebral palsy Indonesia di IFCPF World Cup 2026 di Amerika Serikat. Ini menjadi sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya Indonesia lolos ke ajang tersebut sebagai wakil utama Asia.

Untuk persiapan tim, NPC Indonesia menargetkan masa pemusatan latihan optimal sebelum turnamen berlangsung.

“Saat ini kami sedang mencari sponsor untuk tim sepak bola CP. Targetnya, minimal masa persiapan tiga bulan. Tetapi lebih baik lagi, jika sudah ada sponsor, bulan Juni sudah mulai. Itu berarti persiapannya empat bulan karena World Cup akan digelar bulan Oktober,” ungkap Rima.