Bhabinkamtibmas Polresta Surakarta Jadi Garda Terdepan Pelacakan TB Paru

SOLO – Peran Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di Kota Surakarta, personel Bhabinkamtibmas kini turut menjadi garda terdepan dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TB) Paru melalui kegiatan pelacakan atau tracing pasien di wilayah binaan.

Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pajang, Polsek Laweyan, Polresta Surakarta, Aiptu Slamet Widodo. Bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Laweyan dan kader kesehatan setempat, ia aktif melakukan pelacakan terhadap warga yang terindikasi maupun telah terkonfirmasi menderita TB Paru.

Aiptu Slamet menjelaskan, keterlibatan Bhabinkamtibmas sebagai tracer bertujuan membantu deteksi dini serta mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.

“Sebagai tracer, kami melacak warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TB Paru. Tujuannya agar mereka bisa segera diperiksa dan mendapatkan penanganan medis apabila diperlukan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim tracer melakukan pemeriksaan awal terhadap warga yang mengalami gejala batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu. Sampel dahak kemudian diambil menggunakan KIT pelacakan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium Puskesmas.

Selain melakukan tracing, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan dan kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas.

“TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan,” kata Slamet.

Sementara itu, Plt Kasat Binmas Polresta Surakarta AKP Broto Tri Yulianto mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam program tracing TB merupakan bentuk sinergi antara Polri dan instansi kesehatan dalam mendukung target nasional eliminasi Tuberkulosis.

Menurutnya, kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat membuat proses pelacakan, edukasi, hingga pendampingan warga menjadi lebih efektif.

“Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

AKP Broto menambahkan, para Bhabinkamtibmas telah dibekali pelatihan komunikasi publik, buku saku pedoman tracer TB, serta KIT pelacakan untuk menunjang tugas di lapangan.

Kegiatan tracing yang dilakukan selalu melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas dan kader kesehatan setempat guna memastikan pelaksanaan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Program tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan Bhabinkamtibmas dan petugas kesehatan selama proses pemeriksaan.

Melalui keterlibatan aktif para Bhabinkamtibmas sebagai tracer, Polresta Surakarta berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB semakin meningkat sehingga angka penyebaran Tuberkulosis di Kota Surakarta dapat terus ditekan.