Bulog Surakarta Salurkan Bantuan Pangan untuk 873 Ribu Warga Soloraya, Distribusi Dilakukan Bertahap

SOLO — Perum Bulog Cabang Surakarta menyalurkan bantuan pangan kepada ratusan ribu warga di wilayah Soloraya. Total penerima bantuan pada 2026 mencapai 873.646 orang dan distribusinya dilakukan secara bertahap menjelang hingga setelah Lebaran.

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, menjelaskan jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 jumlah penerima tercatat sekitar 481.588 orang, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 873.646 orang atau bertambah sekitar 392.098 penerima.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog menyiapkan sekitar 17.472.920 kilogram beras medium serta 3.494.584 liter minyak goreng MinyaKita yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Soloraya.

“Data penerima berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ditetapkan Kementerian Sosial dan Badan Pangan Nasional. Penerimanya merupakan masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4,” ujar Nanang saat ditemui di Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan, Solo, Rabu (11/3/2026).

Pada penyaluran kali ini, warga menerima bantuan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026. Setiap penerima mendapatkan paket berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng MinyaKita.

Penyaluran perdana bantuan pangan tahun 2026 untuk wilayah Soloraya dimulai dari Kota Solo, tepatnya di Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan. Dalam kegiatan ini Bulog bekerja sama dengan transporter PT JPL. Di kelurahan tersebut tercatat sebanyak 446 warga menerima bantuan.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan di Kota Solo tahun ini mencapai 55.768 orang, meningkat dari sekitar 37.000 penerima pada 2025. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog menyalurkan sekitar 1.115.360 kilogram beras serta 223.072 liter MinyaKita.

Nanang berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu masyarakat menjelang Lebaran sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

“Harapannya karena diminta penyalurannya sebelum Lebaran, bantuan ini bisa membantu masyarakat penerima serta menjaga harga di pasar tetap stabil,” katanya.

Setelah dimulai di Kota Solo, distribusi bantuan untuk alokasi Februari dan Maret selanjutnya akan dilanjutkan secara bertahap ke wilayah lain di Soloraya, yakni Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen.

Menurut Nanang, penyaluran dilakukan secara bertahap karena jumlah bantuan cukup besar dan juga menyesuaikan dengan ketersediaan minyak goreng.

“Karena jumlahnya banyak, penyalurannya dilakukan bertahap. Sebagian disalurkan sebelum Lebaran dan sebagian lagi setelah Lebaran, sekaligus menyesuaikan ketersediaan minyak goreng,” jelasnya.