Tornado FC Hentikan PSS Sleman 2-1, Stefan Keeltjes Akui Menang Tak Mudah

SOLO – Kendal Tornado FC sukses melanjutkan tren positif usai menundukkan PSS Sleman dengan skor 2-1 pada laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (5/1/2026) malam. Kemenangan tersebut menjadi hasil positif keempat secara beruntun bagi Laskar Badai Pantura.

Bertanding di Stadion Sriwedari yang sebelumnya menjadi homebase mereka, Kendal Tornado FC tampil percaya diri sejak awal laga. Sementara itu, PSS Sleman datang dengan modal kuat setelah lima pertandingan tanpa kekalahan dan menempati posisi kedua klasemen sementara Grup B.

Sejak menit awal, Tornado FC tampil lebih dominan dan menekan lini pertahanan Super Elja. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-25 ketika striker Tornado FC, Patrick Cruz, dilanggar di dalam kotak penalti. Setelah melakukan pengecekan VAR, wasit menunjuk titik putih.

Patrick Cruz yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-30 dan membawa Tornado FC unggul 1-0. Laga berjalan dengan tempo sedang hingga tinggi, namun skor tetap bertahan hingga akhir babak pertama.

Petaka menimpa PSS Sleman di penghujung babak pertama setelah salah satu pemainnya, Farrel, diganjar kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Bermain dengan 10 pemain, PSS semakin tertekan hingga skor 1-0 bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, PSS Sleman tetap berusaha mengimbangi permainan meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-55. Gustavo Tocantins berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan kiper Tornado FC, Try Hamdani, yang terjatuh saat mengamankan bola.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Enam menit berselang, Kendal Tornado FC kembali unggul melalui gol Juan Pablo Morales yang memanfaatkan situasi tendangan sudut cepat. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.

PSS Sleman sempat mencetak gol penyeimbang pada menit ke-80 lewat Gustavo Tocantins. Namun setelah dilakukan pengecekan VAR, gol tersebut dianulir karena dalam prosesnya Riko Simanjuntak terlihat melakukan handball. Tornado FC juga sempat mencetak gol ketiga melalui Patrick Cruz di masa injury time, namun kembali dianulir VAR karena offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Kendal Tornado FC tetap bertahan dan memastikan tiga poin bagi Laskar Badai Pantura.

Usai laga, Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeltjes, mengaku bersyukur atas kemenangan yang diraih timnya. Ia menilai hasil tersebut tidak didapat dengan mudah mengingat kualitas PSS Sleman.

“Pertama saya bersyukur kepada Tuhan. Pemain-pemain sudah berjuang luar biasa. Kami tahu Sleman bukan lawan yang mudah, bahkan saya anggap mereka lawan terberat di grup Timur. Mereka punya banyak pemain berpengalaman,” ujar Stefan.

Meski PSS Sleman bermain dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama, Stefan menilai kualitas permainan lawan tetap menyulitkan timnya.

“Walaupun mereka bermain dengan 10 orang, kami merasakan seperti bermain melawan 11 pemain. Jadi kemenangan ini memang patut disyukuri,” ucapnya.

Stefan juga mengakui game plan yang ia siapkan belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Ia menyebut sebagian besar pemain Tornado FC masih berusia muda dan minim pengalaman di level kompetisi tinggi.

“Tim kami banyak pemain muda, sebelumnya bermain di Liga 3. Walaupun ada pemain senior, kualitas individu Sleman masih di atas kami. Style of play juga masih jauh dari yang saya mau. Selama ini kami mengandalkan fighting spirit,” jelasnya.

Menatap putaran kedua kompetisi, Stefan memastikan manajemen akan menambah kekuatan tim dengan merekrut tiga hingga empat pemain baru secara selektif.

“Kami pasti tambah pemain, tapi tidak mau asal ambil. Harus sesuai kebutuhan dan gaya bermain tim,” tegasnya.

Terkait target, Stefan memilih realistis dengan membidik posisi tiga besar klasemen.

“Target jujur saya masuk tiga besar. Sleman kuat, Barito juga kuat. Kami realistis, tapi tetap berusaha maksimal,” pungkasnya.