ART Baru 2 Hari, Rumah Wakil Ketua DPRD Solo Dibobol: 5 Perhiasan Digondol
SOLO – Rumah dinas dan rumah pribadi Wakil Ketua DPRD Solo dari Fraksi PSI, Muhammad Bilal, menjadi sasaran pencurian. Pelakunya diduga merupakan asisten rumah tangga (ART) yang baru bekerja selama dua hari.
Sedikitnya lima perhiasan milik ibu dan istri Bilal raib. Aksi pencurian tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni rumah dinas Wakil Ketua DPRD Solo di Karangasem dan rumah pribadi Bilal di kawasan Losari, Pasar Kliwon.
Bilal membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi pada Kamis (24/9/2026). Ia mengatakan pencurian terjadi sekitar tiga pekan lalu ketika keluarganya tengah fokus merawat sang ibu yang menjalani perawatan di rumah sakit.
“Jadi kejadiannya itu sekitar 3 minggu lalu itu kan ibu kami masuk rumah sakit. Jadi kami itu punya ART (Asisten Rumah Tangga) baru, baru 2 hari bekerja, ibu masuk rumah sakit. Ibu kan juga tinggal di rumah dinas, kami sekeluarga kan fokus di rumah sakit. Nah di rumah itu kosong, dan kami semua nggak ada yang fokus mungkin niat dan kesempatan dari mantan ART kami,” ungkap Bilal, Kamis (24/9/2026).
Menurut Bilal, tiga perhiasan milik ibunya yang disimpan di rumah dinas hilang. Barang tersebut terdiri dari dua gelang emas dan satu cincin emas.
Sementara di rumah pribadinya, dua gelang emas milik istrinya juga ikut raib.
“Barang-barangnya mamah yang diambil karena melaksanakan perawatan di rumah sakit kan harus dicopoti semua, nah itu kami taruh di rumah malah diambil dan dijual,” lanjutnya.
“Jadi sebenarnya ada 2 TKP, karena ART itu tidak ada pekerjaan di rumah dinas jadi dua atau tiga kali kami suruh membantu bersih-bersih di rumah pribadi. Item yang dicuri dari rumah dinas itu perhiasan milik mamah itu 2 gelang emas dan satu cincin emas. Yang dicuri di rumah pribadi saya itu 2 gelang emas punya istri,” urai Bilal.
Aksi pencurian tersebut baru diketahui setelah ART tersebut tiba-tiba mengundurkan diri pada Selasa (22/9/2026).
Bilal mengatakan pihak keluarga tetap memenuhi hak ART tersebut berupa gaji sebelum yang bersangkutan pergi.
“Kami penuhi hak dia, gaji dan lain-lain. Dan di tanggal 23 pagi itu kami bersih-bersih terus inventaris barang-barang milik mamah dan istriku sudah tidak ada. Setelah ditelusuri, (pelaku) di WA itu sudah tidak respon,” kata Bilal.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polresta Solo. Polisi selanjutnya mengamankan pelaku di wilayah Sukoharjo.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui sebagian perhiasan tersebut telah dijual. Bilal menyebut tiga perhiasan yang dicuri telah terjual dengan nilai sekitar Rp15 juta.
“Ketemulah dia masih ada di sekitaran Sukoharjo. Setelah dimintai keterangan ternyata itemnya sudah dijual. Jadi yang cewek atau ART itu tugasnya ngambil, dan pacarnya tugasnya menjual,” sebutnya.
Meski demikian, Bilal dan keluarganya memilih menempuh jalur restorative justice (RJ). Keputusan tersebut diambil setelah pelaku mengakui perbuatannya dan menunjukkan penyesalan.
“Iya upaya RJ (Restorative of Justice) alasannya mungkin dia sedang kesusahan dan kami lihat juga ada penyesalan. Dan kami juga sedang fokus pemulihan kesehatan ibu, jadi biar sama-sama tenang, semoga menjadi efek jera,” kata dia.
Bilal mengungkapkan ART tersebut diketahui keluarganya melalui media sosial Facebook.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat mencari pekerja rumah tangga.
“Himbauan kepada masyarakat, kalau mencari ART kalau bisa dari lingkungan terpercaya atau agensi saja. Jangan dari melalui sosial media, karena mengurus rumah tangga itu ya kalau yang hilang hanya hartanya, tapi kalau yang lain kan akan ada penyesalan seumur hidup,” pungkasnya.

