Gelontorkan Rp700 Juta, PT Djarum Renovasi 10 Rumah Tidak Layak Huni Warga Wonogiri
WONOGIRI – Harapan memiliki hunian yang aman dan nyaman kini dirasakan 10 keluarga berpenghasilan rendah di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Rumah mereka direnovasi dan dibangun menjadi Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) melalui program sosial PT Djarum.
Total anggaran yang digelontorkan untuk merenovasi 10 rumah tersebut mencapai sekitar Rp 700 Juta Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Pendopo Kantor Bupati Wonogiri, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan pemerintah kecamatan dan desa penerima manfaat.
Sepuluh rumah penerima bantuan berada di Desa Minggarharjo dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Eromoko. Para penerima merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang sebagian besar bekerja sebagai petani maupun pekerja sektor informal.
Setiap rumah memperoleh dukungan pembangunan hingga sekitar Rp70 juta, dengan besaran anggaran disesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.
Salah satu penerima manfaat, Gembong Rahmanto, buruh tani asal Dusun Bero, Desa Minggarharjo, mengaku bersyukur setelah rumah yang ditempatinya bersama keluarga kini jauh lebih layak.
Sebelum direnovasi, rumah Gembong masih berlantai tanah dengan dinding kayu dan anyaman bambu. Kondisi atap yang tidak rapat juga membuat air hujan kerap masuk ke dalam rumah.
“Sekarang, alhamdulillah mendapat rumah baru dari PT Djarum, lebih rapi, dindingnya kokoh, lantainya pun keramik, lalu atapnya sudah bagus dan tidak bocor lagi. Jadi tidur lebih enak, tidak kedinginan, bisa belajar dan beribadah dengan nyaman,” kata Gembong.
Ia berharap program serupa terus dilanjutkan sehingga semakin banyak keluarga yang belum memiliki hunian layak dapat terbantu.
Sementara itu, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno mengapresiasi kontribusi PT Djarum yang dinilai memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, penyediaan rumah layak huni tidak sekadar menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Program Rumah Sederhana Layak Huni dari PT Djarum bukan hanya membangun fisik rumah, tetapi juga kehidupan dan harapan masyarakat khususnya kelompok rentan,” ujar Imron.
Ia menambahkan, ketersediaan hunian layak menjadi salah satu indikator pembangunan sekaligus bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi pelaksanaan, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan pembangunan RSLH mengutamakan tiga aspek, yakni keamanan, kenyamanan, dan kesehatan.
Selain struktur bangunan yang diperkuat, rumah juga dirancang menyesuaikan kebutuhan keluarga penerima manfaat. Fasilitas pendukung seperti sanitasi, air bersih, pencahayaan, dan sirkulasi udara turut diperhatikan.
“Melalui Program RSLH kami ingin membantu masyarakat yang memang membutuhkan agar memiliki tempat tinggal yang layak. Karena dengan rumah yang aman, nyaman dan sehat, kami berharap mereka bisa lebih produktif sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya menjadi lebih baik,” kata Budiharto.
Program tersebut diawali dari usulan pemerintah setempat yang kemudian diverifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Selama proses pembangunan, PT Djarum menanggung kebutuhan renovasi sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya.
Masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam proses pembangunan sebagai bentuk gotong royong. Setelah rumah rampung, kegiatan dilanjutkan dengan selamatan bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus memperkuat kebersamaan antara penerima manfaat dan lingkungan sekitar.
PT Djarum mencatat, sepanjang 2022 hingga 2025 sebanyak 626 hunian layak telah direalisasikan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah, antara lain Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Memasuki 2026, program tersebut kembali diperluas. Sebanyak 128 rumah di Kudus telah selesai direnovasi, disusul 10 unit di Brebes dan 12 rumah di Salatiga. Kini, sebanyak 10 rumah di Wonogiri juga telah mendapatkan bantuan pembangunan dan renovasi.
Tak hanya hunian, PT Djarum juga menjalankan Program Djarum Sanitasi Terpadu di Wonogiri sejak 2023. Hingga tiga tahun pelaksanaan, program tersebut telah membangun 424 sarana sanitasi sehat dan air minum di empat desa Kecamatan Ngadirojo, yakni Kerjo Lor, Giripurwo, Giriwono, dan Wuryorejo.
Pada 2026, program sanitasi tersebut menargetkan tambahan 200 unit sarana sanitasi aman dan air minum bagi masyarakat di Kabupaten Wonogiri.

