Fokus Kerja Kerakyatan, Bolone Mase Indonesia Jalin Silaturahmi dengan Said Aqil Siradj
SOLO – Memasuki usia ke-3 tahun, Bolone Mase Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat gerakan sosial berbasis kerakyatan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui silaturahmi Koordinator Nasional Bolone Mase Indonesia, Kuat Hermawan Santoso, dengan tokoh nasional KH Said Aqil Siradj di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan itu menjadi ajang bertukar pandangan mengenai kondisi kebangsaan sekaligus mempererat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Kepada wartawan di Solo, Senin (25/5/2026), Kuat menegaskan bahwa saat ini organisasinya lebih memilih fokus pada kerja nyata di tengah masyarakat dibanding terjebak pada dinamika politik praktis.
“Saat ini bukan waktunya berbicara politik kekuasaan. Fokus Bolone Mase Indonesia adalah hadir di tengah kesulitan masyarakat. Arahan, doa, dan wejangan dari Kiai Said menjadi kompas moral bagi kami agar gerakan sosial ini tetap istiqomah, tulus, dan membawa maslahat bagi umat,” ujarnya.
Menurut Kuat, arah gerakan Bolone Mase Indonesia kini lebih menitikberatkan pada penguatan sektor sosial, ekonomi kerakyatan, hingga kebudayaan.
Ia menyebut para relawan saat ini aktif bekerja langsung di lapangan untuk memastikan berbagai program pemberdayaan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Teman-teman banyak berkonsentrasi di basis-basis. Dari gerakan politik menjadi gerakan sosial, gerakan ekonomi dan gerakan kebudayaan. Kenapa teman-teman jarang muncul di permukaan itu karena kita sedang melakukan kerja-kerakyatan, membumikan program pemerintah, maupun kerja-kerja organisasi salah satunya pemberdayaan ekonomi di beberapa kota/kabupaten. Angkringan sudah jamak dilakukan, pemberdayaan sektor peternakan di beberapa kabupaten seperti ternak ayam di Wonogiri ada kandang kapasitas satu kandang 15.000 ekor,” kata dia.
Selain di sektor peternakan, pihaknya juga tengah menjajaki pengembangan pertanian berkelanjutan di Jawa Timur.
“Kami merencanakan menanam 1,5 juta pohon tanaman keras maupun tanaman buah, diselingi dengan tanaman-tanaman yang sifatnya bisa jangka pendek 3,5 sampai 4 bulan seperti sorgum. Tapi kerja sama ini baru level penjajakan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Bolone Mase Indonesia juga mulai memperluas kiprah di bidang pelestarian budaya dan pembinaan olahraga.
“Di sektor kebudayaan, ada kerja sama dengan beberapa pondok untuk melakukan kajian aksara Jawa dan event olahraga. Termasuk olahraga juga. Terakhir kejuaraan karate Bolone Mase Indonesia di Jepara,” terangnya.
Sementara itu, KH Said Aqil Siradj memberikan apresiasi atas perjalanan tiga tahun Bolone Mase Indonesia serta mengingatkan pentingnya menjaga dedikasi untuk kepentingan bangsa.
“Saya Said Aqil Siradj mengucapkan hari lahir Bolone Mase Indonesia yang ke tiga. Untuk Bapak Kuat Hermawan Santoso semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang mempunyai dedikasi, loyalitas yang maksimal demi kejayaan, kemajuan negara kita tercinta. Mari kita singkirkan kepentingan-kepentingan pribadi, kita utamakan kepentingan bangsa,” tutur Said Aqil.
Silaturahmi tersebut menjadi penegas bahwa Bolone Mase Indonesia ingin terus bertumbuh sebagai gerakan sosial yang berpijak pada kerja nyata, pemberdayaan masyarakat, dan semangat kebangsaan.

