PERBASI Solo Gandeng UNS, Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Pelatih dan Wasit

SOLO — Pengurus Cabang PERBASI Kota Surakarta resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris para pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan basket di Kota Solo.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Ketua Umum PERBASI Kota Surakarta, Arfinsa Gunawan, bersama Dekan Sekolah Vokasi UNS, Prof. Dr. Herman Saputro, di Gedung Sekolah Vokasi UNS, Selasa (26/5/2026).

Ketua Umum PERBASI Kota Surakarta, Arfinsa Gunawan, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah penting untuk menyiapkan sumber daya manusia basket Solo agar siap bersaing di level profesional dan internasional.

“Saya rasa ini tempat yang tepat untuk PERBASI dan teman-teman di lingkungan PERBASI untuk menimba ilmu, terutama dalam peningkatan kompetensi bahasa Inggris secara profesional,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Arfinsa, perkembangan dunia basket di Solo yang semakin pesat menuntut kesiapan SDM yang mampu beradaptasi dengan standar global, terutama dalam aspek komunikasi.

“Kami siapkan SDM-SDM di lingkungan PERBASI Kota Surakarta untuk siap mengawal event-event tersebut, baik sebagai wasit, pelatih, maupun di kepanitiaan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari UNS yang dinilai sebagai mitra strategis dengan reputasi pendidikan vokasi terbaik di Indonesia.

“Kita tahu Sekolah Vokasi UNS adalah salah satu favorit untuk mendaftar sekolah, bahkan di Indonesia termasuk peringkat terbaik,” ucapnya.

Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi UNS, Prof. Herman Saputro, menyambut positif kolaborasi tersebut sebagai bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi ketika Mas Finsa selaku Ketua Umum PERBASI Solo mengajak kami untuk kolaborasi ini. Kami bisa menawarkan beberapa hal yang ada di kami, baik potensi dosen, sarana prasarana, hingga peralatan yang kami miliki,” ujarnya.

Prof. Herman menjelaskan pihaknya memiliki pengalaman dalam pelatihan bahasa berbasis kebutuhan profesi, termasuk program bersama kementerian dan berbagai pelatihan vokasi lainnya. Pengalaman tersebut akan diterapkan dalam penyusunan kurikulum khusus bagi insan basket.

“Jadi, tidak hanya penandatanganan seremonial, tetapi setelah ini kami langsung action melalui pelatihan upgrading skill bahasa Inggris bagi wasit, pelatih, dan official,” katanya.

Ke depan, sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan bahasa, tetapi juga berkembang ke bidang teknologi informasi dan media promosi olahraga basket di Solo sebagai bagian dari penguatan ekosistem olahraga berbasis kampus berdampak.