Sambut HUT Vokasi, Mahasiswa Pengobat Tradisional Buka Klinik Gratis

Program Studi Pengobat Tradisional Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan di Klinik Battra. Program tersebut melibatkan mahasiswa semester enam sebagai terapis di bawah pendampingan dosen pembimbing.

Pembukaan Klinik Battra menjadi bagian dari pembelajaran praktikum yang diselenggarakan setiap tahun. Kegiatan ini juga turut menyambut Hari Ulang Tahun Fakultas Vokasi Universitas Airlangga 2026.

Klinik Battra menyediakan dua jenis pelayanan, yaitu terapi akupunktur dan pijat. Kehadiran program tersebut menjadi bentuk penerapan kompetensi mahasiswa sekaligus kontribusi Fakultas Vokasi terhadap kesehatan masyarakat.

Praktikum Berbasis Pelayanan Masyarakat

Pelayanan Klinik Battra berlangsung mulai 4 Mei hingga 22 Juni 2026. Lokasi pelayanan berada di Sekretariat Battra, Gedung C Fakultas Vokasi, Eks Gedung Fakultas Hukum Lantai 1, Kampus Dharmawangsa-B Universitas Airlangga.

Klinik beroperasi setiap Senin pukul 08.00–15.00 WIB. Pelayanan juga tersedia pada Selasa, Kamis, dan Jumat mulai pukul 11.00–16.00 WIB.

Mahasiswa menangani keluhan pasien dengan pendampingan dosen pembimbing. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pelayanan mengikuti standar etik, kompetensi, dan profesionalisme dalam bidang pengobatan tradisional.

Setiap jenis terapi memiliki durasi pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Terapi akupunktur umumnya berlangsung sekitar 15–20 menit, sedangkan terapi pijat diberikan selama 15–30 menit.

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan. Interaksi langsung dengan pasien juga melatih kemampuan komunikasi, ketelitian, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja.

Antusiasme Masyarakat Terus Meningkat

Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal pembukaan Klinik Battra. Tingginya jumlah pendaftar terlihat terutama pada minggu pertama pelaksanaan program.

Sejumlah pasien juga kembali mengikuti pelayanan setelah merasakan perubahan pada keluhan yang dialami. Respons tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa sekaligus evaluasi terhadap kualitas pelayanan.

“Melalui klinik gratis ini, penerapan ilmu dapat dilakukan secara langsung sekaligus memberikan kesempatan memahami berbagai keluhan masyarakat,” ujar Syifa, salah satu terapis Klinik Battra.

Syifa menambahkan bahwa respons positif masyarakat memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan keterampilan. Pengalaman melayani pasien secara langsung dinilai memberikan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis.

Pendaftaran Tersedia secara Daring dan Langsung

Masyarakat yang ingin memperoleh layanan akupunktur atau pijat dapat memilih dua mekanisme pendaftaran. Pendaftaran daring dilakukan melalui formulir digital Google Form yang telah disebarkan oleh penyelenggara.

Pendaftaran juga dapat dilakukan secara langsung di lokasi Klinik Battra. Dua pilihan tersebut disediakan untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan.

Program Klinik Battra menunjukkan keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan masyarakat. Melalui pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi profesional, tetapi juga membangun kepedulian dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pengalaman mahasiswa sekaligus mengenalkan manfaat pengobatan tradisional kepada masyarakat. Pendampingan dosen selama pelayanan menjadi bagian penting untuk menjaga mutu dan keberlanjutan program.