495 Keluarga di Surabaya Terima Bantuan 30 Kg Beras untuk Tiga Bulan

SURABAYA – Sebanyak 495 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, menerima bantuan pangan berupa beras untuk kebutuhan selama tiga bulan. Penyaluran bantuan tersebut ditinjau langsung Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Andi Amran Sulaiman, Rabu (12/8/2026).

Setiap KPM menerima bantuan sebanyak 30 kilogram beras yang merupakan alokasi untuk Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram beras untuk setiap bulan.

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari program pangan pemerintah yang menyasar masyarakat berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan. Di Surabaya, proses distribusi turut dikawal Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Dinas Sosial.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan data penerima bantuan yang digunakan dalam distribusi telah disesuaikan dengan data Dinas Sosial Kota Surabaya. Penerima berasal dari kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 3.

“Data penerima dari Bulog ini telah disesuaikan dengan data Dinsos Kota Surabaya, yang menyasar warga pada kategori desil 1 hingga desil 3,” ujar Nanik.

Pemerintah Percepat Distribusi Bantuan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, program tersebut secara nasional menyasar sekitar 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pemerintah mendorong agar proses distribusi dilakukan secepat mungkin.

“Ini arahan Bapak Presiden, kita bagikan untuk 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia,” kata Amran.

Amran juga menyebut stok beras nasional berada pada level yang tinggi, yakni sekitar 5,2 juta ton. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.

“Bantuan pangan sudah berjalan, kesejahteraan petani meningkat, dan stok kita banyak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujarnya.

Di Surabaya, pemerintah daerah turut memastikan proses distribusi di lapangan berlangsung sesuai dengan data penerima. Pemkot juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan serupa di wilayah lainnya.

Mentan Bagikan Beras kepada Ojol dan Kurir

Selain penyaluran bantuan melalui skema Bulog, kunjungan Mentan ke lokasi juga diwarnai pembagian beras secara spontan kepada sejumlah pengemudi ojek online dan kurir logistik yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Paket beras tersebut diberikan di luar kuota bantuan Bulog bagi KPM yang telah terdata.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peninjauan pemerintah terhadap pelaksanaan program bantuan pangan di daerah.

Pemkot Surabaya menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar program pangan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.

Dengan pengawalan distribusi di tingkat daerah, bantuan pangan diharapkan dapat diterima masyarakat sesuai dengan alokasi dan data penerima yang telah ditetapkan.