Bulog Surakarta Kejar Target Pengadaan, Serapan Gabah-Beras Sudah Tembus 75 Persen
SOLO – Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta optimistis mampu mencapai target penyerapan gabah dan beras tahun 2026 sebelum akhir tahun. Hingga saat ini, realisasi pengadaan telah mencapai 70.893 ton setara beras atau sekitar 75,62 persen dari target yang ditetapkan perusahaan.
Upaya penyerapan terus dilakukan di seluruh wilayah Solo Raya sebagai bagian dari program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada pangan. Dalam pelaksanaannya, Bulog Surakarta bersinergi dengan TNI, Polri, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta para petani di daerah sentra produksi.
Meningkatnya volume penyerapan dari berbagai wilayah membuat Bulog Surakarta memperkuat kapasitas penyimpanan dengan menambah gudang sewa untuk menjaga ketersediaan stok beras.
“Menyambut panen gadu yang diperkirakan pada bulan Juli/Agustus ini, penyerapan Bulog Surakarta sudah mencapai 75 persen. Diharapkan saat panen gadu nanti, penyerapan kami dapat dilakukan lebih optimal. Kami akan membentuk tim untuk terjun langsung ke lapangan menyerap gabah/beras milik petani di wilayah Solo Raya. Kami optimis, sebelum akhir tahun dapat melampaui target yang ditetapkan perusahaan,” ujar Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto.
Kontribusi terbesar penyerapan gabah dan beras saat ini berasal dari sejumlah daerah penghasil padi utama di Solo Raya, seperti Kabupaten Sragen, Klaten, dan Wonogiri.
Khusus di Sragen, Bulog memiliki Sentra Pengolahan Padi yang dilengkapi teknologi modern untuk mendukung proses pengolahan beras. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menghasilkan beras berkualitas guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Tengah, terutama wilayah Solo Raya.
Menurut Bulog, penguatan stok melalui penyerapan hasil panen petani masih menjadi langkah penting untuk menjaga pasokan beras berkualitas dengan harga terjangkau. Salah satu produk yang banyak diminati masyarakat adalah beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang permintaannya terus tinggi baik di pasar tradisional maupun jaringan ritel modern.
Dengan potensi panen gadu yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, BULOG Surakarta meyakini target pengadaan tahun 2026 dapat tercapai bahkan berpeluang melampaui sasaran yang telah ditetapkan.

