Sapi Kurban Presiden di Solo Diberi Nama “Si Bambang”, Sapi dari Gibran Dipanggil “Si Kevin”

SOLO – Presiden RI Prabowo Subianto menyerahkan bantuan sapi kurban untuk warga Kota Solo dalam momentum Idul Adha 2026. Sapi berjenis simental dengan bobot mencapai 1,08 ton tersebut diberi nama “Si Bambang” dan diamanahkan ke Masjid Agung Surakarta untuk dimanfaatkan masyarakat.

Selain bantuan dari Presiden, sejumlah tokoh nasional juga menyalurkan hewan kurban di Solo, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, anggota DPR RI Titiek Soeharto, hingga Panembahan Agung Tedjowulan.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan bantuan sapi kurban dari Presiden dan Wakil Presiden rutin diberikan setiap perayaan Idul Adha.

“Alhamdulillah di Surakarta menerima sapi dari bapak Presiden Prabowo dan mendapatkan sapi dari bapak Wakil Presiden, Mas Gibran. Spesial juga dari ibu Titiek Soeharto, bapak Kapolri, Panembahan Agung Tedjowulan dan warga masyarakat sekitar. Harapannya ini berjalan lancar dan bisa dibagikan kepada masyarakat penerima yang berhak,” kata Respati saat menyerahkan hewan kurban Presiden ke Masjid Agung Surakarta, Rabu (27/5/2026).

Respati mengungkapkan, sapi bantuan Presiden sudah memiliki nama yakni “Si Bambang”. Sementara sapi kurban dari Gibran yang belum memiliki nama kemudian diberinya nama “Si Kevin”.

“Nama sapinya pak Presiden Si Bambang, kalau Mas Gibran tadi belum dikasih nama, namanya Si Kevin,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada masyarakat Solo. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memberi manfaat bagi warga yang membutuhkan.

Selain itu, Respati mengimbau seluruh panitia kurban untuk memperhatikan aspek kebersihan dan lingkungan selama proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban.

“Kami sudah memberikan edaran kepada masjid dan membekali Juru Sembelih Halal agar menggunakan kantong yang tidak sekali pakai. Kami rekomendasikan memakai besek bambu atau wadah ramah lingkungan lainnya,” jelasnya.

Respati juga mengingatkan agar limbah penyembelihan tidak dibuang sembarangan karena dapat mencemari lingkungan.

“Momentum kurban ini diharapkan menjadi langkah awal membiasakan diri untuk lebih sayang kepada lingkungan dan semesta, sekaligus mengurangi sampah plastik,” tandasnya.